Thursday, May 26, 2011

Taukah dirinya..? (Facebook Sumber Segala Bencana)


Assalamualaikum,

akhir-akhir ini saya merasa kacau perasaannya..

Hm, kalau mau menyalahkan, saya akan menyalahkan Faqhi, hahahah.. Dia yang membuat saya merasa kacau.

Dia bilang kalau lelaki yang (dulu) saya suka mengatakan untuk tidak mengiriminya SMS lagi, artinya lelaki tersebut ingin bertemu dengan saya. Saya tidak menyangkal, bisa jadi itu benar, tapi mengingat perlakuan kasarnya terhadap saya selama itu, rasanya gak masuk akal juga kalau memang itu keinginannya.

Jujur, saat lelaki itu bersikap dingin terhadap saya, gak komen-komen lagi di FB saya, gak pernah balas SMS, saya tau ada yang berubah darinya. Saya tidak tau apa itu, tapi menurut pengakuannya di komen status teman akrab saya, dia hanya menganggap saya sebagai adiknya. Gak kurang, gak lebih, dan berharap dapat menjalin pertemanan dengan saya.

SAKIT! SAKIT SEKALI!! dia mengatakan hal itu, taukah dia, saya menangis akibat pengakuannya itu?? Kiranya TIDAK! Dia tidak pernah tau, saya menangis.. Hanya teman se-geng saya yang sangat saya percayai, si Bugis..hehe

Beribu pertanyaan dalam benak saya tak mampu disampaikan.. Jika dia memang hanya menganggap saya adiknya sejak pertama bertemu, lalu untuk apa dia memberi sesuatu untuk saya? Bahkan sampai 3x, dan barang yang ke-3 adalah barang yang sangat saya inginkan, meski saya tak meminta dia membelikan, kenapa dia belikan untuk saya?

Kau tau, saya tolak serta merta hadiahnya.. Karena bagi saya, selama saya masih mampu mengusahakannya sendiri (membeli dengan uang saya sendiri), maka tidak ada alasan bagi saya untuk memintanya membelikan. Lagipula, saya tau dia orang rantau yang juga hanya mendapat gaji pokok, yang menurut logika saya, bisa jadi kurang untuk hidup sebulan di Surabaya..

Kalau dia membelikan saya, artinya dia mengurangi uang hidupnya. Saya gak tega! Meski harga barang itu kurang dari 50 ribu, tetap saja bagi saya itu uang yang cukup besar manfaatnya untuk menyambung hidup.

Dia tak pernah tau..

Saya juga merasa sangat sakit, mengetahui bahwa wanita yang ada dihatinya BUKAN saya!

Well, sebenarnya saya juga ada di hatinya, namun menempati posisi KEDUA!

Bagaimana saya tau? Karena waktu itu saya mengirimkan link ke FB teman se-geng saya yang berisi kecocokan nama Anda dan pasangan Anda. Yaaa, saya tau itu hanya permainan dan saya yakin bahwa dia pun mengetahuinya. Dia tidak bodoh.

Ternyata dia menempatkan senior saya, mbak IIH sebagai orang pertama yang dia sukai dan saya sebagai orang yang disukai kedua (isiannya ada 3 nama orang)..

OH GOD! Tega sekali dia melakukan itu.. Ya, dia tega karena dia tidak pernah serius dengan saya. Yang ada dalam hatinya hanyalah IIH, wanita yang pernah menolak lamarannya. Hahahahah, kasian sekali dia, DITOLAK. Tapi dengan begitu saya tau, ternyata dia masih ingin serius dengan IIH..

Selain itu sakit hati saya mengingat bahwa dia tidak pernah mau saya berikan nama "manis" sewaktu "masa-masa manis" itu berlangsung, dan dia hanya mau memanggil mbak IIH dengan panggilan sayang maissy... OH GOD! Jujur saya SANGAT CEMBURU!

Apalagi sekarang setiap saya komen di FB nya, komen saya langsung hilang entah bagaimana bisa.. (tentu saja bisa, lha wong dia hapus segera kok!) juga tag foto saya ke dia langsung hilang. SAKIT!

Saya saja tidak pernah melakukan hal itu terhadapnya, eh lha kok dia melakukan itu dengan SENGAJA! Sungguh, sangat TEGA!

Pun, kalau komen saya masih ada dia memanggil saya dengan QAF bukan lagi Fika seperti yang dia dulu biasa lakukan.

Taukah dirinya, betapa saya ingin menjaganya? Bahwa selama ini saya juga ingin memeluk dan menciumnya, namun harus saya tahan kuat-kuat karena kami bukan pasutri. Naudzubillahmindzalik..

Hahahaha, saya ini mudah ge-er ternyata, hanya mendengar kata-kata Faqhi.. Astaghfirullahaladzim..

Lebih sakit lagi, kenapa dia mengatakan bahwa saya orang yang tidak peka. Hahaha, dimana tidak pekanya?? Saya sadar, ada "sesuatu" ketika dia memberi saya benda tanpa ada angin tanpa ada hujan. Saya sadar kemungkinan itu bahasa halusnya saat dia memberi saya tas imut yang ada tulisannya "love forever" (kalau gak salah ingat) maupun permen yang memang khusus untuk menyampaikan pesan kepada penerimanya, tertulis "i love you". Hahahaha, saya merasa dia berusaha "nembak" saya. Kau tau? Saya cuek aja. Kenapa? Kiranya selama lelaki itu belum mengatakan bagaimana sesungguhnya perasaannya kepada saya secara face to face dari mulutnya sendiri, tidak akan pernah saya berharap lebih. Dan cukuplah saya ber-positif thinking bahwa itu hanya kebetulan =)

Lain itu, lain pula saat dia bercerita bahwa semalam dia memimpikan saya, bahwa kami sedang menatap laut dan dia memeluk saya dari belakang. Kaget asli, saya dengar dia bercerita begitu. Kok bisa? Saat saya tanya bagaimana reaksinya, dia bilang kalau dia enjoy-enjoy aja. Oh, oke kalau memang begitu. Saat itu perasaan saya tidak senang juga tidak sedih. Biasa aja, bisa jadi itu hanya bunga tidur ;)

Dulu dia pernah cerita kalau dia telpon (atau ditelpon?? lupa!) orang tuanya dan mengatakan sesuatu tentang saya. Saya lupa seperti apa tepatnya. Dia juga pernah meminta saya untuk mengirimkan foto saya yang paling cantik untuk ditunjukkan ke orang tuanya. =) sebenarnya saya senang, tapi saat itu saya tidak punya foto yang cantik (paling tidak versi cantik dan layak bagi saya untuk ditunjukkan) tapi tidak saya jelaskan untuknya menunggu. Kenapa? Karena saya tau, belum saatnya untuk foto cantik seperti yang diharapkannya. Ingin saya, foto setelah wisuda, karena saya pakai make up. heheheheh

Manisnya lagi kenangan yang ada, dia pernah ditanya temannya siapa pacarnya, dia bilang dia gak mau orang lain tau, tapi setelah terpojok, dia mengaku kalau saya pacarnya. Dia tanya apa saya senang dia bilang seperti itu kepada temannya? =) reaksi saya sebenarnya sangat biasa saja saat itu, tapi saya bilang "aku senang sekali." Sayang semua ceritanya dia sampaikan melalui SMS.. Yang tak saya ketahui adalah apakah semua ceritanya benar atau itu hanya sandiwaranya untuk mempermainkan saya?? Allahu'alam..

Saya ingat, pernah dia meminta resep kentang goreng teman saya untuk diberikan kepada saya. Sebenarnya saya gak tau dia meminta ke teman saya, tapi saya tau karena saat itu saya perlu menulis sesuatu di wall FB teman saya, jadi saya baca. Insha allah, kalau memang Allah mengijinkan, saya dapat membuat dan memberikannya kepadanya =)

Dia tak pernah tau, berapa kali saya memimpikannya. Saya juga pernah memimpikan menikah dengannya. Dia tak pernah tau, saya merasa dialah “the one”..

Taukah dirinya, bahwa saya sangat malu apabila dia begitu exhibisionis. Saya malu apabila digoda oleh teman-teman akan kedekatan kami. Saya seorang yang pemalu, pendiam, dan tidak begitu extrovert.. Teman-teman akrab saya pun menyadari hal ini, hahahah

Namun, semua itu kini hanya kenangan manis atas lelaki yang tidak pernah menjadi milik saya. Sedih memang. Awalnya..

Dia begitu tega membiarkan saya kesusahan seorang diri saat saya down mengerjakan skripsi dan malah memarahi saya. Untung ada teman se-geng saya yang selalu mensupport bahwa saya mampu mengerjakan skripsi dan lulus 3,5tahun, juga ada mas AR yang begitu baik memberi saya keyakinan bahwa saya bisa lulus 3,5tahun dan mendoakan saya lancar ujian skripsinya. Alhamdulillah saya memiliki 2 lelaki itu =)

Hari-hari saya yang down tanpa perhatian dari lelaki yang saya suka dan inginkan menjadi suami saya, diisi oleh 2 lelaki itu. Terima kasih Allah =)

Kini, setelah semua berakhir, saya ingin memberi lelaki yang dulu pernah saya suka (lebih tepatnya cinta, karena saya ingin memiliki fisik, hati, jiwa, pikirannya semuanya!) dukungan bahwa dia mampu melewati cobaan laptop dan hapenya hilang dicuri maling, bahwa dia lancar mengerjakan skripsi dari awal lagi dan lulus semester 8 ini. Mungkin dia sengaja lulus barengan dengan mbak IIH, gak tau lagi. Apapun itu, saya ingin mem-baik-i-nya, memberi perhatian yang tulus karena kami teman sealmamater.. Apa yang terjadi dulu, biarlah, sekarang saya fokus kehidupan baru saya bersama AR dan AD (teman se-geng saya). hahahahahah

AD, lelaki yang saat saya melihatnya saya merasa mata saya begitu berbinar-binar dan saya suka reaksi ini.. Meski saya tau kami tidak memiliki chemistry, namun saya begitu bahagia mengetahui dia berubah menjadi lebih alim dari yang dulu saya tau (meski kalau itu hanya di depan saya), meski saya tau kami tidak mungkin lebih dari teman, tapi saya tau bahwa perasaan saya ini tulus adanya, tulus cinta persahabatan =)

Pula dia mendukung saya setulus hati mencintai sahabatnya... Begitu indah *love*

AR, lelaki yang saya usahakan untuk dapat bersamanya =)

#np: so fallin' in love-soulful corp

No comments: