Wednesday, May 18, 2011

Jika Aku Menjadi

Malam tak bertuah, siang tanpa pesan
Sinisnya hari menyapa diriku
Manusia biasa mungkin takkan sanggup
Merenangi nasib gelap gulita
Bentangkan hatiku Tuhan peluk aku
Cinta sahabat menafkahi jiwa

Reff:
Jika aku menjadi seperti yang lain hidup bercahaya
Mungkin saja aku kehilangan rasa syukur, tak tersenyum dalam damai
Coba kau jadi aku, sanggupkah bernafas tanpa udara
Namun ku nikmati nasib dan takdir hidup ini bila Tuhan yang mau

Repeat *
Repeat reff

Jika aku menjadi berubah melawan garis yang tertulis
Bukannya Tuhan tidak mendengar doa kita tapi Ia tahu yang terbaik
Jika aku menjadi


Kenalkah kalian lirik lagu di atas? Yups, itu soundtrack Jika Aku Menjadi. Salah satu tontonan sore yang sangat saya suka :D

Dalam gersangnya rasa kasih terhadap sesama, dengan melihat Jika Aku Menjadi rasanya kita disadarkan kembali bahwa masih banyak orang yang hidupnya lebih sengsara dari kita. Gak jarang juga saya sampai menangis melihatnya. Sedih sekali..

Ada beberapa episode yang saya masih sangat ingat, yaitu keluarga yang memiliki 12 anak, yang terdiri dari 6 anak kandung dan 6 anak kakaknya. Sedih sekali mengetahui mereka masih kecil gak sekolah (selengkapnya gak tau, karena ketiduran awalnya jadi cuma dapat tayangan akhir-akhir), lainnya ketika ada sepasang pasutri yang sudah berusia lanjut menjaga kebun kopi, masih banyak lainnya.. Sedih sekali melihat mereka...

Mengingat Jika Aku Menjadi, jadi ingat program Indonesia Mengajar yang meminta pengabdian fresh graduate untuk mengajar di desa-desa terpencil.. Aslinya saya ingin ikut, tapi tanya ortu mereka belum mengijinkan. Setidaknya belum saat ini =(

Yaa, saya ngerti sih kalau belum diijinkan, karena mereka ingin saya setidaknya merasakan gaji pertama, dapat pekerjaan tetap. Heheheh. Tipikal orang tua :D

Well, daripada sedih gak bisa ikut Indonesia Mengajar, lebih baik fokuskan diri mencari pekerjaan sekarang dan fokus mengumpulkan uang untuk beramal =)

Yang pasti juga, fokus mencari pasangan hidup ;;)

No comments: