Friday, August 19, 2011

Pengakuan untuknya..

Tak tau harus mulai dari mana, tapi setelah berbincang dengan teman seperusahaan saya, dia curhat mengenai pendekatan ke teman wanita saya. Saya memberitahukan ke teman seperusahaan saya itu bagaimana seharusnya lelaki bersikap ketika mendekati lawan jenis.. dan dari semua yang saya berikan “bimbingan” itu bahwa saya mengingat seseorang. Seorang lelaki yang pernah ada di hati saya. Seseorang yang menurut pengamatan Mita (teman dekat saya, sudah seperti kakak) adalah cinta pertama saya. Yaa, pernah Mita bertanya bagaimana perasaan saya terhadap lelaki itu, saya jawab jujur bahwa saya memang cinta dia. Benar, saya telah menyalahi kata-kata saya sendiri, bahwa saya bersikeras bahwa cinta saya hanya untuk suami saya..sesungguhnya, saya sangat berharap “I end up with you”. Bukan hanya karena saat itu dia satu-satunya yang mendapat restu ayah-ibu saya, namun juga karena saya terlalu malas, lelah membiarkan hati saya terluka. Saya memang tak punya sejarah cinta yang sangat menyakitkan, namun cukuplah bila saya pernah menunggu seseorang selama 14th untuk menyatakan cinta pada saya namun tak berarti apa-apa, pula saya sangat terluka ketika mengetahui orang yang saya kasihi ternyata tak mendapat restu ortu dan akhirnya saya yang memutuskannya..

Saya seorang pemuja cinta, saya mampu jatuh cinta terhadap rasa cinta itu sendiri. Saya seorang yang memiliki imajinasi tinggi, yang selalu berkhayal.. kiranya saya terlalu naïf, bila berpendapat bahwa cinta yang membuat bumi, dunia ini berputar. Saya benar-benar memuja keindahan, kelembutan cinta..

Saat itu, saya hanya berpikir bahwa saya sangat ingin bersamanya, ingin memilikinya baik hatinya, pikirannya, tubuhnya (hahah..kali ini bahasan saya vulgar dan adult content.maaf) hanya untuk saya. Meski demikian, tak dapat saya pungkiri, saya tak mungkin melarangnya mendahulukan cintanya untuk saya dibandingkan dengan cintanya pada Allah dan Rasulullah. Tidak. Saya masih cukup waras untuk mengutamakan ketauhidan dalam membangun rumah tangga.

Then, the time goes by.. Everything change. He broke all my wings, all my hopes. Yah, memang sakit sekali seperti ini.. Owalah, sekalinya berharap, ternyata saya terluka sekali. Dalam sekali. Ah, mungkin saya terlalu lebay, namun saya seorang yang sensitive (dan salah lah, apabila ada yang mengatakan saya tidak/kurang peka. Mereka tak tau, karena ada hal yang lebih saya prioritaskan daripada kesensitifan itu sendiri).. Toh, ortu saya sendiri akhirnya merasa sangat bersalah telah merestui lelaki itu. Apalagi ayah saya, langsung menyuruh saya untuk tidak pernah berhubungan dengannya, karena tau kata-katanya sangat kasar. Tidak sepatutnya seorang lelaki dewasa, yang berpendidikan dan terhormat, mengucapkan kata-kata sekasar itu kepada wanita.

Hal yang paling membuat saya terluka, adalah adanya pengkhianatan yang dilakukan oleh teman saya. Saya tau, saya memang tidak begitu dekat dengannya, namun saya pernah berdiskusi dengannya mengenai lelaki itu. Saat itu dia berkata “tapi diakan playboy..suka flirting sana sini..” , saat itu saya yang bodoh karena “cinta”, mengiyakannya namun saya memang tidak begitu mempedulikannya, saya memaklumi negative traitsnya.. Ternyata, selama dibelakang saya, teman saya itu berkomentar “kq, si fulan ngasih harapan gitu ke fika??” ke teman saya yang lain..saya merasa terkhianati. Kalau memang dia mengatakan itu, kenapa tidak mencegah saya? Malah membiarkan temannya tersakiti?? Lalu ketika sakit, dia tidak melakukan apa-apa untuk saya?? Hmm,,saya mesti belajar menerima orang seperti itu..yang tidak melakukan hal yang baik untuk perasaan temannya.

Hal lain yang membuat saya terluka, saat mengetahui bahwa lelaki itu jauh lebih melindungi wanita lain. Saya tau dia memberikan posisi pertama untuk wanita itu. Ya, saya CEMBURU! Hal yang bisa saya terima, adalah karena abjad wanita itu lebih dahulu dari saya, jadi dia membuatnya menjadi pertama yang disukainya. Tampaknya tidak begitu. Karena lelaki itu lebih melindungi wanita itu. Well, ketika wanita itu menganggap saya menyebalkan, membenci saya, dia pun setuju dengan wanita itu. Dengan senang hati dia (dalam ungkapan kasarnya) jongkrok-jongkrokin saya, menjelek-jelekkan saya. Ah, namanya juga lelaki itu sayang, cinta, mengasihi, peduli dengan wanita itu, tentu saya yang “dikorbankan”.. haaahh,,astaghfirullah. Dia yang semangat menemui wanita itu di kosnya, semangat hang out bersamanya, memang jatuh cinta kepadanya. Saya yang memang salah, menjadi pihak ketiga dari hubungan mereka. Masha allah, saya tidak pernah berkeinginan menjadi pihak ketiga, pun selalu mewanti-wanti teman saya untuk tidak menjadi pihak ketiga..namun ternyata begini keadaannya. Maafkan saya, mbak IIH.
Jujur saya ingin tau sekali, bagaimana bisa lelaki itu jatuh cinta pada wanita itu. Orang lain boleh melihat saya membalas dendam, merusak wanita itu. Tapi, PDA (please deh ah,red.) saya tidak berniat seperti itu. Namanya juga orang lain, hanya dapat menilai, melihat apa yang dilihat, didengar, dirasakan, dialaminya. Namun, harap ini menjadi pengingat, dog will not bark if they know the person. Biarkan saja.

Tahukah dia, bahwa meski dia jauh lebih tua dari saya, merasa tidak pantas, tidak muda lagi untuk saya, saya tidak masalah. Seperti lagu 50 tahun lagi-warna. Hanya tampaknya kau takut. Karena kau telah memilih yang lain, sedangkan permainanmu terhadapku diluar ekspektasi mu, yaitu sayapun memiliki perasaan special terhadapnya. Bagaimana saya dapat mengatakan ini? Saya melihat komentar balik dari temanmu, mengenai bagaimana senangnya dirimu terlepas dari sebuah ikatan. Seperti lepas dari garis polisi.

Alhamdulillah, Allah benar-benar menampar saya hanya untuk menyadarkan saya. Allah telah membuang perasaan saya terhadapnya, namun pikiran saya masih mengingat apa yang dilakukannya terhadap saya. Astaghfirullah. Tapi saya sudah mulai tidak bisa mengingat lelaki itu. Sedangkan wanita itu, saya merasa sangat sakit ketika dia melaporkan ke lelaki itu betapa menyebalkannya saya terhadapnya. Owh, PDA (lagi), kalau memang saya menyebalkan, katakan saja itu pada saya langsung. Jangan seperti anak kecil yang mengadukan kenakalan temannya kepada orang tuanya/orang tua temannya yang nakal itu. Wanita itu lahir tahun 1987, saya 1989, hendaknya dia menjadi contoh yang baik untuk saya, karena menurut lelaki itu saya masih childish. Wanita itu, saya, sudah sama-sama besar, sudah masuk dewasa menurut BW. Kalau ada masalah, selesaikanlah dengan yang bersangkutan. Kecuali kalau kau berniat menghancurkan saya. Astaghfirullah. Naudzubillahmindzalik.

Lebih sakit lagi, yang menyadarkan saya adalah lelaki itu. Hmm, betapa dia melindunginya. Bismillah, semoga mereka dapat menikah segera dan langgeng seterusnya. Aaammiiiinn
Saya sakit memang berdoa seperti itu, namun hanya itu yang bisa saya lakukan. Semoga Allah mengampuni kesalahan-kesalahan, dosa-dosa saya. Aaaamiiiinn

Saat mengetik ini, saya mendengarkan lagu-lagu mellow, walhasil saya menangis. Ah, gak papa! Bukan fika namanya, kalau tidak menangis karena patah hati, lalu berduka, untuk kemudian bangkit lagi. Hahaha, what a life! Semoga semakin banyak inspirasi dari rasa cinta yang pernah ada, maupun rasa sakit yang saya rasakan.. hihihihi ;)

Ohya, untuk masalah saya dengan wanita itu, saya telah meminta maaf langsung kepadanya. Saya maklum jika saya tidak dimaafkannya, dia masih membenci saya.. Well, kalau kata sahabat saya, Andika, saya harus belajar menerima apa yang orang lain lakukan/pikirkan =)
Yang paling penting, saya sudah diingatkan betapa menyebalkan, bikin benci, menyakitkan perbuatan saya. Semoga Allah memaafkan saya. Semoga Allah menjauhkan saya dari sifat, perbuatan buruk. Astaghfirullah. Audzubillahhimminnasyaitonnirrojim.

Lalu, dari semua hal diatas, saya akui, saya mengagumi ke-gentle-an lelaki itu dalam mendekati lawan jenis yang menurutnya menarik. Standing applaus untuknya =)
Akan saya ingat untuk advice bagi teman kerja saya itu..hehehe

*doa hari ini:
Ya Allah yang Maha Pengasih, Maha Penyayang, Maha Pengampun, ampuni dan maafkan dosa-dosa, kesalahan-kesalahan hamba. Engkau yang Maha Pemurah, Maha Kaya, lapangkanlah hati hamba dalam menjalani hidup di dunia ini, mudahkan jalan hamba selama hidup.

Ya Allah, yang Maha Kuasa atas segala sesuatu, berikanlah hamba ketentraman dalam menjalani hidup dan bergaul dengan sesama manusia, mudahkanlah hamba menentukan pilihan.

Ya Allah yang Maha Berkehendak, jauhkan hamba dari segala sifat, perbuatan buruk. Berikan hamba kemampuan untuk menentukan yang bathil dan haq. Berikan hamba kekuatan untuk melaksanakan segala hal yang baik. Ya Allah, jauhkanlah hamba dari segala hal yang buruk.

Ya Allah yang Maha Terpercaya, Maha Penjaga, jagalah iman, hati, pikiran, jasmani, rohani hamba kapanpun dimanapun hamba berada.

Ya Allah yang Maha Pengasih, Maha Penyayang, berikanlah kesehatan yang baik kepada ayah ibu lelaki itu, karena saya sangat peduli dengan mereka. Kasihanilah mereka, berikan mereka kesabaran dan kemudahan hidup.

Ya Allah yang Maha Mengabulkan doa, kabulkanlah doa hamba ini.

Makasih Allah =)

No comments: