Saturday, April 2, 2011

Tak Tahu Harus Memberi Judul Apa..

Assalamu'alaikum,

pembaca yang budiman, pernahkah terpikir bagaimana hidup manusia itu?
Manusia berasal dari rahim, "dikirimkan" oleh Allah sebagai malaikat kecil orang tua, tumpuan hidup orang tua di kala senja, dan akan berakhir kepada-Nya.
Ya, hidup manusia memang hanya sebentar dan sementara di dunia fana ini.. terlahir suci, namun lingkungan yang akan membentuk pribadi manusia tersebut.

Memikirkan tentang manusia, saya teringat akan sebuah status Facebook teman saya, tentang seorang banci yang menjajakan salonnya dengan berkeliling. Saya memang tidak begitu mengenal sosok banci tersebut, namun dari status teman saya itu, saya merasakan suatu semangat hidup luar biasa. Bagaimana tidak, banci salon keliling itu, hanya satu-satunya di Aceh, dan menurut pengakuan teman saya, banci itu benar-benar menggantungkan hidupnya dari keahlian salonnya itu, yang membuat lebih trenyuh banci itu menjajakan salon kelilingnya dengan BERJALAN KAKI!

Teman saya, yang telah mengenalnya sejak kelas 1 SMA, mendengar banyak cerita darinya. Banci itu bernama Teuku Husni alias Cut Yanti Asmara. Teuku menandakan bahwa dia keturunan bangsawan. Aneh memang, bagaimana bisa seorang keturunan bangsawan hidup tidak berkecukupan dan tidak memiliki sanak keluarga. Namun cerita tidak berhenti di situ.

Demi mencukupi kebutuhan fisik (baca: makanan), Cut Yanti berkeliling menjajakan salonnya ke seluruh Banda Aceh. Setiap hari, berjalan kaki hingga 15km. Menurut berita di internet, penghasilan yang didapatkannya bisa mencapai 20ribu bisa juga tidak ada penghasilan sama sekali. Dari cerita teman saya juga, sering kali Cut Yanti tidak bisa makan siang sedangkan dia masih harus berkeliling lagi mencari pelanggan..

Terus berkeliling mencari pelanggan salon kelilingnya...

Namun, takdir berkata lain. Kemarin Senin pagi, tanggal 28 Maret 2011, Cut Yanti ditemukan tewas mengenaskan di selokan, di Punge Blang Cut, Banda Aceh (berita selengkapnya baca di sini). Tewasnya diakibatkan oleh pukulan linggis yang dilakukan oleh seorang pria.
Ya Allah, begitu mendengar kabar ini dari status Facebook teman saya, saya menjadi begitu sedih, sesak nafas juga.. Ya Allah, hidupnya memang ada dijalan yang tidak Engkau ridha'i (banci), namun bukankah itu karena tuntutan profesinya..?
Maksud saya, Cut Yanti berusaha mencari rezeki yang halal dengan menjajakan salon kelilingnya. Apa itu salah?
Bukankah mencari rezeki yang halal itu bisa dilakukan dengan berbagai cara??
Setidaknya Cut Yanti tidak mengemis ataupun mencuri/merampok/perbuatan-perbuatan kriminil lainnya. Dia hanya menjual keahliannya!

Saya pribadi, sampai saat ini masih sangat berduka karena berita ini.. Tak mengherankan, kenapa setelah membaca status teman saya, saya menjadi bad mood seharian dan jantung deg-degan sekali..

Adanya berita ini, memberikan pelajaran bagi teman saya, yaitu:

  1. tetap semangat, bersyukur dan bersabar dengan apa yang diperoleh sekarang, karena ada orang yang lebih payah hidupnya masih bisa bertahan, jadi jangan mengeluh!
  2. hargai orang-orang yang ada di sekitar kita, asal kita tidak mengganggu, maka kita juga tidak akan diganggu. juga bukan hak kita untuk mengganggu (banci)
  3. kalau sudah berniat baik dan ingin melakukan, segera lakukan! sebelum semuanya terlambat..

bagi saya pribadi, yang tidak begitu mengenal beliau:
  1. tetap semangat dalam mencari rezeki yang halal, bersyukur dan bersabar atas apa yang diperoleh
  2. jangan pernah mengeluh
  3. berikanlah perhatian lebih kepada orang-orang yang lebih payah kehidupannya dari kita
  4. tetap pelihara rasa mengasihi sesama dengan menolongnya saat kita mampu menolong
  5. luangkanlah waktu bersama orang-orang yang kita pedulikan, sekalipun sibuk

jujur saja, saya masih belum bisa menerapkan secara spontan nomor 4, 5. Semoga dengan pelajaran pribadi dari kisah Cut Yanti, dapat terus menerus mengingatkan saya, bahwa manusia memiliki keterbatasan dan tetap optimis menjalani hidup bermasyarakat. Bismillah, saya PASTI BISA!

No comments: